Peran Penting Orang Tua dimasa Kecil Anak- anaknya

         Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Tentu saja, dan tidak mungkin rasanya apabila orang tua tidak ingin anaknya kelak mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan meraih kesuksesan. Sebuah harapan tentu saja tidak akan menjadi kenyataan apabila orang tua tidak memberikan apa yang seharusnya memang layak didapatka oleh anaknya, terutama kasih sayang, etika, etika dan tingkah laku dan edukasi yang baik dicontohkan oleh orang tua. Memang sifat anak tentu saja paling dominan ditentukan dari sifat dasar sang anak, tetapi dalam prosesnya orang tua juga berperan penting dalam proses pembentukan sifat dan kebiasaan si anak sejak masa kanak-kanak.Selain itu, gizi dan protein tambahan juga penting terdapat pada asupan anak agar semakin cepat pertumbuhan fisik dan otaknya.

          Orang tua memang sangat sayang terhadap anaknya dan tidak ingin anaknya kenapa-kenapa terutama saat bermain. Dan ini paling ketat pada saat anak masih batita (bawah tiga tahun) atau balita, Orang tua selalu melarang anaknya untuk berkotor – kotor,atau mendekati sesuatu yang terlihat berbahaya, dsb. Sebenarnya larangan orang tua tersebut kurang tepat dilakukan, Karena pada umur – umur tersebut, otak anak sedang mengalami perkembangan dan sangat penting untuk membentuk skemata. Skemata adalah bentuk jamak dari skema yang dapat menyimpan memori di dalam otak. Dengan berkata “jangan”,sama saja orang tua tidak membiarkan otak anak berkembang, karen pada usia dini, anak belajar dengan menemuka sesuatu yang baru disekitarnya, seumpama anak sedang bermain di pasir, jangan larang mereka, tetapi dampingi dan awasi saja, apabila anak akan melakukan hal yang berbahaya baru kita datang dan gendong saja. Memang terkadang susah untuk membiarkan anak bermain outdoor,apalagi lingkungannya yang mungkin ada benda yang membuat was-was, tetapi itulah cara mereka belajar, mereka belajar dengan meraba,menyentuh,memasukkan suatu barang kemulut,dll.

        Peran orang tua disini adalah membentuk kebiasaan anak yang positif, dan sifatnya membangun kecerdasan sang anak. Sebagai orang tua yang peduli terhadap anaknya, berikanlah perhatian yang lebih terhadap anak. Ini juga ada kaitannya dengan tipe belajar anak, dan secara umum Tipe Belajar anak digolongkan menjadi 3, yaitu Tipe Auditif,Tipe Kinestetik, dan Visual. Biasanya anak mempunyai kecenderungan sifat belajar, seperti saya sendiri yang cenderung ke Auditif, karena saya lebih senang ketika belajar didampingi dengan musik, serasa lebih mudah untuk memahami apa yang saya pelajari, tetapi musik yang saya suka. nah sebagai Orang tua, anda pasti dekat dengan anak kan!! dan Anda pasti tau bagaimana kebiasaan dan kesukaan anak anda, Inilah tugas anda untuk menemukan termasuk tipe apa anak anda.

Oh iya,sebelumnya ini ada beberapa penjelasan tentang 3 tipe belajar tersebut :

1. Tipe Belajar Visual

Seseorang dengan tipe belajar visual lebih menyukai belajar ataupun menerima informasi dengan penglihatannya langsung, yaitu baik tulisan, gambar, maupun video-video pembelajaran. Contoh kata-kata yang cocok baginya ialah: Coba GAMBARkan pengalaman liburanmu minggu lalu, Tunjukanlah letak perbedaan kota A dengan kota B, dan berbagai kata-kata yang menggambarkan objek visual lainnya. Adapun ciri-ciri seseorang yang lebih condong ke arah berlajar visual diantaranya:

a. Mudah mengingat apa yang dilihat
b. Lebih senang membaca sendiri
c. Dapat membaca cepat
d. Dapat membayangkan kata-kata
e. Tidak terganggu oleh suara
f.  Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
g. Menyukai mendemontrasikan daripada menjelaskan
h. Kebiasaan mencoret-coret
i. Menyukai seni yang tidak berhubungan dengan musik.

2. Tipe Belajar Auditif

Seorang anak yang memiliki tipe auditif lebih senang belajar atau menerima informasi dengan mendengarkannya secara langsung atau secara lisan. Dalam kondisi tertentu, mungkin sang asik bermain sendiri dengan permainannya, namun jika pihak orang tua membacakan bacaan-bacaan di dekatnya dengan suara yang cukup keras, bisa jadi ia lebih dapat mengyerap ilmu yang didengarnya. Adapun ciri-ciri yang dapat diperhatikan adalah:

a. Lebih senang belajar dengan cara mendengarkan
b. Mudah mengingat yang diterangkan daripada melihat
c. Membaca dengan bersuara
d. Mudah terganggu oleh suara berisik
e. Biasanya pembicara ulung
f.  Senang berbicara dan berdiskusi
g. Lebih menyukai musik.

3. Tipe Belajar Kinestetik.

Seorang anak yang memiliki tipe belajar Kinestetik sangat senang jika belajar sambil menggerakan/ menyentuh sesuatu, entah pulpen yang digoyang-goyangkan, kursi tempat duduknya, maupun belajar sambil berjalan atau menggerak-gerakan tubuhnya sendiri. Adapun karakteristiknya sebagai berikut:

a. Berbicara perlahan
b. Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
c. Belajar melalui memanipulasi dan praktek
d. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
e. Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
f. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
g. Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
h. Menyukai permainan yang menyibukkan
i. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
j. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
k. Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Diatas,memang terdapat kalimat “mudah terganggu dengan suara berisik” pada Tipe Auditif. Itu berbeda dengan belajar dengan sambil mendengarkan musik favorit, saya sendiri juga benci dengan suara berisik yang tidak kita kehendaki.

Bagaimana? sudah sedikit membantu dalam menentukan apa tipe belajar anak anda?. Maksud dari menemukan tipe belajar anak juga tentu ada ketindak lanjutannya. Lebih untuk dikembangkan dari tipe belajar anak anda yang terlihat paling menonjol, semakin dini terdeteksi, semakin baik untuk perkembangan belajar anak, dan semakin berkembang belajar anak, semakin berkembang pula stigmata pada otak anak.

Semoga tulisan saya bermanfaat dan dapat menambah sedikit pengetahuan dan semoga berkenan!!!…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s