Media Pembelajaran ASSURE

Menciptakan Pengalaman Belajar

          Sekarang ini,para pengajar atau guru dihadapkan dengan tantangan bagaimana cara mengajar degan baik dan bisa diterima baik oleh para muridnya. Tentu saja ini bukan tantangan ringan,karena tiap pengajar dari tiap daerah mempunyai kelebihan dan kekurangan dari berbagai aspek pendidikan,entah itu fasilitasnya,jenis muridnya, dan lain-lain. Pengajar juga harus mempunyai strategi yang jitu untuk setidaknya membuat pengajaran menjadi mudah dan bisa diterima oleh siswa,karena sulit membuat pengajaran bisa diterima oleh semua siswa. ASSURE model adalah salah satu petunjuk dan perencanaan yang bisa diandalkan untuk itu. ASSURE model bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan,mengidentifikasi,menentukan tujuan,memilih metode dan bahan,dan evaluasi.

A. MENGANALISA PESERTA DIDIK

Langkah pertama adalah menganalisa peserta didik, apa yang dianalisa? Peserta didik mempunyai karateristik masing-masing,dan bagaimana karateristik siswa itu. Informasi itu akan membantu untuk mengembangkan model pembelajaran, kuncinya meliputi (1) General Characteristik (2) Specific entry Competencies (knowledge, skills, and attitudes about the topic). (3) Learning style.

B. MENENTUKAN TUJUAN

Langkah kedua dalam ASSURE model adalah menggunakan media pengajaran untuk menyusun tujuan dari pengajaran. Apakah hasil belajar dari tiap siswa diharapkan berhasil ? Lebih ringkas, apakah kemampuan baru harus pelajar miliki pada penyelesaian tujuan ? Sebuah tujuan adalah tidak hanya apa yang pengajar rencanakan untuk dimasukkan ke dalam pelajaran tetapi apa yang pelajar seharusnya dapatkan dari pelajaran tersebut. Mengapa anda harus menetapkan tujuan pengajaran ? pertama, anda harus tahu tujuan anda dalam membuat pilihan metode dan media yang pantas. Keinginan dari tujuan anda, dalam arti, memerintah pilihan media dan urutan kegiatan belajar. Mengetahui tujuan anda juga akan mempercayakan anda untuk menciptakan lingkungan belajar sehingga tujuan akan bisa dicapai. Alasan yang lain untuk memulai tujuan intstruksional anda adalah untuk menjamin evaluasi diri. Anda tidak akan tahu bilamana siswa anda mencapai tujuan, walaupun anda tidak begitu yakin apakah tujuan tersebut. Tanpa tujuan yang tegas, siswa anda tidak akan tahu apa yang diharapkan dari mereka. Jika tujuan sudah jelas dan ditetapkan dengan spesifik, proses belajar dan mengajar akan menjadi pedoman tujuan.

Penetapan tujuan yang baik dimulai dari memberi nama pendengar dari pelajar untuk siapa tujuan diniatkan. Kemudian mengkhususkan kebiasaan atau kemampuan untuk didemonstrasikan dan kondisi dimana kebiasaan atau kemampuan akan diobservasi. Akhirnya, mengkhususkan tingkatan dimana keahlian baru harus lebih ahli-ditentukan dengan kemampuan dapat ditentukan.

Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2008 : 122-123) berikut ini :

1.Rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan proses pembelajaran.

2.Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa

3.Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran

4.Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran.

Hierarki tujuan pendidikan yaitu tujuan pendidikan nasional bersumber dari sistem nilai Pancasila dirumuskan dalam UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 3, sedangkan klasifikasi tujuan pendidikan menurut Bloom bentuk prilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapt digolongkan dalam tiga klasifikasi/tiga domain (bidang) yaitu : domain kognitif, afektif dan psikomotorik.

C. MEMILIH METODE, MEDIA DAN BAHAN-BAHAN

Rencana yang sistematik untuk menggunakan media tentu saja memerlukan metode, media dan bahan-bahan dipilih secara sistematik pada saat pertama. Proses pemilihan mempunyai tiga tahap 1) memutuskan metode yang pantas untuk memberikan tugas pelajaran. 2) memilih sebuah bentuk media yang sesuai untuk membawa metode, dan 3) memilih, memodifikasi, atau mendesain secara spesifik bahan-bahan dalam bentuk media.Melalui proses seleksi, media perpustakaan sekolah bisa menolong menjadi rekanan dalam memutuskan metode yang memungkinkan dan media dipilih melalui bahan-bahan umum yang tersedia.

Memilih sebuah metode

Pertama, terlalu sederhana untuk percaya bahwa ada satu metode yang hebat untuk semuanya atau bisa melayani semua kebutuhan pelajar dengan baik secara merata. Banyak pelajaran yang diberikan mungkin akan bekerjasama dua atau lebih metode untuk melayani tujuan yang berbeda pada poin yang berbeda dalam peningkatan pelajaran. Sebagai contoh, seorang siswa mungkin menuntut sebuah kegiatan simulasi untuk mendapatkan perhatian dan membangun rasa ketertarikan pada awal pelajaran, kemudian menggunakan sebuah demonstrasi untuk memberikan informasi yang baru, dan menyusun latihan dan kegiatan praktek untuk menjamin praktek dalam keahlian yang baru.

Memilih Bentuk Media Pengertian media pembelajaran

Kata Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Menurut Lesle J.Brigges dalam Sanjaya (2008 : 204) menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selanjutnya Rossi dan Breidle dalam Sanjaya (2008 : 204) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Sedangkan menurut Gerlach, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Bentuk media adalah bentuk fisik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. Bentuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks) slide ( gambar diam lewat proyektor) video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer (grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV) Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. Memilih sebuah bentuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks-merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai.

Mendapatkan Bahan-bahan

Mendapatkan bahan-bahan yang pantas secara umum meliputi satu dari tiga pilihan : 1) memilih bahan-bahan yang tersedia 2) memodifikasi bahan-bahan yang tersedia 3) mendesain bahan-bahan baru.

D. PENGGUNAAN MEDIA DAN BAHAN-BAHAN

Langkah selanjutnya dalam model ASSURE adalah menggunakan media dan bahan-bahan oleh siswa dan guru. Prosedur penggunaan yang direkomendasikan adalah berdasarkan penelitian yang ektensif.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media dan bahan antara lain adalah :

– Menampilkan Bahan-bahan

– Menyiapkan Bahan

– Menyiapkan Lingkungan

– Menyiapkan Siswa

– Memberi Pengalaman Belajar

Secara khusus media pembelajaran memiliki fungsi dan berperan sebagai berikut ;

1. Menangkap suatu objek atau peristiwa-perristiwa tertentu

2. Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu

3. Menambah gairah dan motivasi belajar siswa

4. Media pembelajaran memiliki nilai praktis

D. Membutuhkan Partisipasi Siswa

Dunia pendidikan sudah lama menyadari bahwa partisipasi aktif dalam proses belajar akan menambah proses belajar. Pada awal 1900 John Dewey mementingkan pengorganisasian kembali kurikulum dan pengajaran untuk membuat partisipasi siswa.Diskusi, kuis pendek, dan penerapan latihan bisa menyediakan kemungkinan untuk melatih dan memberi umpan balik selama belajar. Aktifitas lanjutan bisa menyediakan kesempatan lebih lanjut.

Riset terhadap seri televisi yang sudah dikenal internasional “sesame street’ dan “electric company” menunjukkan dengan impresif pentingnya tindak lanjut dari penyajian media dengan kegiatan praktek. Riset pada “sesame street” menunjukkan bahwa menontonnya secara berulang-ulang tidak hanya membuat siswa mendapatkan keahlian spesifik tapi juga mempunyai nilai yang tinggi pada test IQ verbal dan lebih banyak tingkah laku yang positif di sekolah. Johston menjelaskan ; pikiran, yang “memberanikan orang tua dan materi pengganti adalah penting untuk menerima efek-efek observasi. Dalam kasus “electric company” anak-anak dengan kemampuan membaca yang rendah yang menonton acara ini di sekolah dibawah pengarahan guru menunjukkan peningkatan membaca signifikan. Johston menyimpulkan bahwa :” keterbatasan belajar muncul ketika tampilan dijamin, dan ketika guru menyediakan materi pelajaran tambahan dan menolong anak-anak untuk mengulang materi yang disajikan di televisi

E. MEMBUTUHKAN PARTISIPASI SISWA

Dunia pendidikan sudah lama menyadari bahwa partisipasi aktif dalam proses belajar akan menambah proses belajar. Pada awal 1900 John Dewey mementingkan pengorganisasian kembali kurikulum dan pengajaran untuk membuat partisipasi siswa.Diskusi, kuis pendek, dan penerapan latihan bisa menyediakan kemungkinan untuk melatih dan memberi umpan balik selama belajar. Aktifitas lanjutan bisa menyediakan kesempatan lebih lanjut.

Riset terhadap seri televisi yang sudah dikenal internasional “sesame street’ dan “electric company” menunjukkan dengan impresif pentingnya tindak lanjut dari penyajian media dengan kegiatan praktek. Riset pada “sesame street” menunjukkan bahwa menontonnya secara berulang-ulang tidak hanya membuat siswa mendapatkan keahlian spesifik tapi juga mempunyai nilai yang tinggi pada test IQ verbal dan lebih banyak tingkah laku yang positif di sekolah. Johston menjelaskan ; pikiran, yang “memberanikan orang tua dan materi pengganti adalah penting untuk menerima efek-efek observasi. Dalam kasus “electric company” anak-anak dengan kemampuan membaca yang rendah yang menonton acara ini di sekolah dibawah pengarahan guru menunjukkan peningkatan membaca signifikan. Johston menyimpulkan bahwa :” keterbatasan belajar muncul ketika tampilan dijamin, dan ketika guru menyediakan materi pelajaran tambahan dan menolong anak-anak untuk mengulang materi yang disajikan di televisi

F. EVALUASI DAN REVISI

Pengertian Evaluasi

Menurut Gubah dan Lincoln dalam Hasan (1988 : 272) mendefinisikan evaluasi merupakan suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan. Sesuatu yang dipertimbangkan itu dapat berupa orang,benda, kegiatan,keadaan atau sesuatu kesatuan tertentu.

Ada beberapa fungsi dari evaluasi antara lain :

1. Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa.

2. Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai

tujuan yang telah ditentukan.

3. Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum.

4. Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan siswa secara individual dalam mengambil keputusan.

5. Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan tujuan khusus yang

ingin dicapai

6. Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua,guru,pengembang kurikulum,pengambil kebijakan

dan perguruan tinggi. Melalui evaluasi dapat dijadikan bahan informasi tentang efektifitas program sekolah.

Evaluasi dan revisi merupakan komponen akhir model ASSURE untuk belajar efektif . Seringkali kesalahan yang sering berulang-ulang dalam proses mendesain pelajaran,evaluasi dan revisi adalah sebuah komponen yang penting untuk membangun kualitas belajar.Ada banyak tujuan dari evaluasi. Seringkali bentuk yang kelihatan dalam pendidikan adalah test kertas dan pensil, ditetapkan untuk digunakan bagi penilaian prestasi siswa. Komponen akhir untuk model ASSURE untuk belajar efektif adalah evaluasi dan revisi. Evaluasi dibuat sebelumnya, selama dan setelah pelajaran. Evaluasi tidak hanya diujung pelajaran. Evaluasi merupakan nilai awal dari siklus berlanjut dalam sistem model ASSURE untuk efektifnya media belajar.

Revisi

Tahap terakhir dari siklus pelajaran adalah untuk duduk kembali dan melihat hasil dari pengumpulan data evaluasi. Dimana ada pertentangan antara apa yang anda harapkan untuk terjadi dengan apa yang terjadi? Apakah pencapaian siswa menyimpang dari satu atau lebih tujuan? Bagaimana reaksi siswa terhadap media dan metode pengajaran ? Apakah anda puas dengan nilai bahan yang anda pilih ? If evaluasi data menunjukkkan tidak memenuhi dalam wilayah itu, sekarang apakah waktu kembali kepada bagian yang salah dari rencana dan memperbaikinya. Kerja model, bukan hanya jika anda dengan tetap menggunakannya untuk meningkatkan kualitas dari pengajaran anda.

2 responses to “Media Pembelajaran ASSURE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s